Perilaku
pembeli bisnis mengacu pada perilaku pembelian organisasi yang membeli barang
dan jasa untuk digunakan dalam produksi produk dan layanan lain yang dijual,
disewakan, atau dipasok ke orang lain. Dalam proses pembelian bisnis, pembeli
bisnis menentukan produk dan layanan mana yang perlu dibeli oleh organisasi
mereka dan kemudian menemukan, mengevaluasi, dan memilih di antara pemasok dan
merek alternatif.
I.
Business
Markets
1.
Market Structure and Demands
Pemasar bisnis
biasanya berurusan dengan pembeli yang jauh lebih sedikit tetapi jauh lebih
besar daripada pemasar konsumen. Lebih jauh, permintaan bisnis berasal dari
permintaan-permintaan yang awalnya berasal dari permintaan barang-barang
konsumen.
Akhirnya, banyak
pasar bisnis memiliki permintaan yang tidak elastis dan lebih berfluktuasi.
Total permintaan untuk banyak produk bisnis tidak banyak dipengaruhi oleh
perubahan harga, terutama dalam jangka pendek.
2.
Nature of the Buying Unit
Dibandingkan dengan
pembelian konsumen, pembelian bisnis biasanya melibatkan lebih banyak keputusan
dan upaya pembelian yang lebih profesional. Bahkan, banyak perusahaan pelanggan
sekarang mempraktikkan pengembangan pemasok yang secara sistematis
mengembangkan jaringan mitra-pemasok untuk memastikan pasokan produk dan bahan
yang dapat diandalkan yang mereka gunakan dalam membuat produk mereka sendiri
atau menjual kembali kepada orang lain.
II.
Business
Buyer Behavior
Gambar diatas menunjukkan
model perilaku pembeli bisnis. Dalam model ini, pemasaran dan dorongan lainnya
mempengaruhi organisasi pembelian dan menghasilkan respons pembeli tertentu.
1.
Major Types of Buying Situations
a.
Straight rebuy: Situasi pembelian bisnis di mana
pembeli secara rutin memesan kembali sesuatu tanpa perubahan apa pun.
b.
Modified rebuy: Situasi pembelian bisnis di mana
pembeli ingin mengubah spesifikasi produk, harga, syarat, atau pemasok.
c.
New task: Situasi pembelian bisnis di mana
pembeli membeli produk atau layanan untuk pertama kalinya.
d.
Systems selling (or solutions selling): Membeli paket
solusi untuk masalah dari satu penjual, sehingga menghindari semua keputusan
terpisah yang terlibat dalam situasi pembelian yang kompleks.
2.
Participants in the Business Buying Process
Unit pengambilan keputusan
dari organisasi pembelian disebut pusat pembelian-nya yang terdiri dari semua
individu dan unit yang berperan dalam proses pengambilan keputusan pembelian
bisnis.
a.
Users: Anggota organisasi pembelian yang
benar-benar akan menggunakan produk atau layanan yang dibeli.
b.
Influencers: Orang-orang di pusat pembelian yang
mempengaruhi keputusan pembelian; mereka sering membantu menentukan spesifikasi
dan juga memberikan informasi untuk mengevaluasi pilihan alternatif.
c.
Buyers: Orang-orang di pusat pembelian yang
melakukan pembelian aktual.
d.
Deciders: Orang-orang di pusat pembelian yang
memiliki kekuatan formal atau informal untuk memilih atau menyetujui pemasok
akhir.
e.
Gatekeepers: Orang-orang di pusat pembelian yang
mengontrol aliran informasi kepada pihak lain.
3.
The Business Buying Process
Gambar
dibawah mencantumkan delapan tahapan proses pembelian bisnis. Pembeli yang
menghadapi situasi pembelian baru biasanya melewati semua tahap proses
pembelian. Sebaliknya, pembeli yang melakukan perubahan atau pembelian
langsung, dapat melewati beberapa tahapan.
4.
E-Procurement: Buying on the Internet
Pembelian melalui
koneksi elektronik antara pembeli dan penjual — biasanya online. Perusahaan
dapat melakukan pengadaan secara elektronik dengan beberapa cara. Mereka dapat
melakukan lelang terbalik atau mereka dapat terlibat dalam pertukaran
perdagangan online. Perusahaan juga dapat melakukan pengadaan elektronik dengan
mendirikan situs pembelian perusahaan mereka sendiri atau perusahaan dapat
membuat tautan ekstranet dengan pemasok utama.
E-Procurement memberikan beberapa keuntungan yaitu: (1) akses ke
pemasok baru, (2) biaya yang lebih rendah, (3) mempercepat proses pesanan dan
pengiriman, (4) berbagi informasi, (5) penjualan, (6) layanan dan dukungan. Namun
E-Procurement juga memiliki beberapa kerugian yaitu: (1) dapat merusak hubungan
saat pembeli mencari pemasok baru, (2) keamanan.
III.
Institutional
and Government Markets
1.
Institutional Markets
Pasar institusional
terdiri dari sekolah, rumah sakit, panti jompo, penjara, dan institusi lain
yang menyediakan barang dan jasa kepada orang-orang yang mereka rawat. Banyak
pasar institusional ditandai dengan anggaran rendah dan pelanggan tetap
2.
Government Markets
Unit pemerintah —
federal, negara bagian, dan lokal — yang membeli atau menyewakan barang dan
jasa untuk menjalankan fungsi utama pemerintah. Organisasi pemerintah cenderung
lebih menyukai pemasok domestik daripada pemasok asing. Seperti pembeli
konsumen dan bisnis, pembeli pemerintah dipengaruhi oleh faktor lingkungan,
organisasi, interpersonal, dan individu.
Kriteria nonekonomi juga
memainkan peran yang berkembang dalam pembelian pemerintah. Pembeli pemerintah
diminta mendukung perusahaan dan area bisnis yang tertekan; perusahaan bisnis
kecil; milik minoritas; dan bisnis yang menghindari diskriminasi ras, gender,
dan usia.


Comments
Post a Comment